Riauberserinews.com
BANGKINANG KOTA– Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. didampingi Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si. dan Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si. menerima kunjungan dan silaturahmi jajaran Mabes TNI Angkatan Darat dalam rangka pelaksanaan Sosialisasi dan Penyuluhan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Riau, khususnya Kabupaten Kampar.
Pertemuan yang berlangsung di RM Pondok Danau, Kamis (01/09/2026), tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mencegah terjadinya Karhutla.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Mabes TNI yang telah memilih Kabupaten Kampar sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Mabes TNI yang telah menetapkan Kabupaten Kampar sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Ini sangat penting, karena beberapa waktu lalu kita menghadapi kebakaran di sejumlah lokasi di Kabupaten Kampar,” ujar Ahmad Yuzar.
Menurutnya, keterlibatan TNI bersama Polri dan seluruh unsur terkait memiliki peran penting dalam mendukung upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla. Respons cepat di lapangan, kata Bupati Kampar , ini merupakan bentuk nyata sinergi dalam menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan.
“Alhamdulillah, berkat sinergitas dan kesiapsiagaan seluruh tim, terutama TNI dan Polri, api dapat ditangani dengan cepat. Ini menunjukkan pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam menghadapi Karhutla,” katanya.
Bupati menilai kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan TNI juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Sebab, Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, menimbulkan asap dan berpotensi mengancam kesehatan.
“Kita berharap melalui sosialisasi dan penyuluhan ini kesadaran masyarakat semakin meningkat. Ke depan tidak ada lagi pembukaan lahan dengan cara membakar, karena dampaknya sangat besar bagi lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Perwira Tinggi Mabes TNI AD Brigjen TNI Sudarma Setiawan, S.I.P., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kampar yang telah menerima dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, sosialisasi dan penyuluhan pencegahan Karhutla di wilayah Riau, khususnya Kabupaten Kampar, dilaksanakan selama satu bulan, mulai 28 Agustus hingga 28 September 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kampar atas dukungan dan support terhadap kegiatan kami. Insyaallah kegiatan ini dapat berjalan dengan baik selama satu bulan,” ujar Brigjen TNI Sudarma Setiawan.
Dalam pelaksanaannya, tim Mabes TNI akan turun langsung ke sejumlah wilayah di Kabupaten Kampar untuk memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pencegahan Karhutla.
“Kami akan turun langsung ke beberapa titik lokasi di Kabupaten Kampar. Harapan kami kegiatan sosialisasi pencegahan Karhutla ini dapat berjalan sukses, aman dan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan peran TNI dalam pembinaan teritorial dan penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap ancaman bencana serta mendorong partisipasi bersama dalam menjaga lingkungan.
Tim penyuluh Mabes TNI yang melaksanakan kegiatan di wilayah Kodim 0313/KPR terdiri dari Brigjen TNI Sudarma Setiawan, Kolonel Agus Donny, Kolonel Laut Dedi Noferi, Kolonel Jano, Kolonel Laut Muksalmina, Kolonel Hermawan, Mayor Muhammad Aripin, Mayor Inf Dudung AR, Mayor Chk Aditya Wicaksono, Mayor Cpl Proboseto, Mayor Arm Yudha, Mayor Inf Vira Yuda Galih dan Mayor Kav Angga Prawira.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Kampar berharap sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat semakin kuat, sehingga upaya pencegahan Karhutla dapat dilakukan sejak dini dan kejadian kebakaran hutan maupun lahan dapat diminimalkan.
Penerbit/Ar
